Kepekaan Visual (Melihat Dengan Mata Hati)

 

"Mata adalah jendela hati, ALLAH yang mendesainnya demikian.. makanya apa yang dilihat secara visual sangat berpengaruh ke dalam hati"

 

Saya melihat ada mbak-mbak jualan es yang ketika udah sore hari esnya masih belum laku.. terus saya tanya, jawabannya ini hari pertama jualan es katanya.. kasihan jadi saya beli 3 bungkus.. semoga ke depannya jualan esnya laris manis ya mbak.

 

Dalam hidup ini banyak potret visual yang menyentuh hati, menyentuh kepekaan hati kita untuk berbuat kebaikan kepada sesama.. mengundang kebaikan hati kita kepada orang-orang kecil: ada nenek tua penjual sayur yang hampir layu karena sepi pembeli, ibu setengah baya bersama tatapan polos anak-anaknya ketika menjual nasi emperan yang masih sepi pembeli, bapak setengah baya penjual es cendol yang belum laku tampak kebingungan mendorong gerobaknya saat gerimis turun karena terbayang anak istrinya di rumah, dan kakek tua penjual kue putu yang tertatih-tatih di sore hari karena belum ada yang membeli.. inilah realita visual sehari-hari yang menyentuh hati.. tertegun saat mata menangkap pemandangan visual seperti ini, visual yang menyentuh hati sekaligus mengaktifkan kepekaan rasa kepada sesama.. kasihan gak tega melihatnya.. dan di balik satu tetes kecil airmata yang disembunyikan, itu sudah cukup menjadi alasan untuk membeli dagangan mereka.

 

"Teruslah menjadi orang baik dan menebar kebaikan.. bersikaplah lembut, jangan biarkan dunia membuat hatimu keras tidak menyayangi sesama.. jangan biarkan rasa sakit membuatmu benci.. jangan biarkan kepahitan membunuh kebaikan hatimu.. karena kebaikan itu indah"

 

"Dalam hidup yang singkat ini pilihlah satu hal yang tidak bisa dibeli yaitu jadilah orang baik yang senang berbagi dan menebar kebaikan di muka bumi" (Sidi Roni)

Rahasia Keindahan Visual (Keindahan Itu Membius)

Oleh: Sidi Roni Afriza ST*

 

Setiap manusia menyukai keindahan.. itulah sebabnya mengapa wanita-wanita Mesir sampai mengiris-iris tangannya terpukau secara visual dengan keindahan Nabi Yusuf As (kisah dalam AlQur'an).

 

Wanita-wanita Mesir teriris tangannya sampai berdarah-darah tapi anehnya tidak merasakan sakit ketika melihat keindahan Nabi Yusuf As.. keindahan itu bisa membius.. semua kesakitan terlupakan.

 

Bahkan ketika penduduk Mesir lapar maka mereka cukup memandang keindahan visual wajah Nabi Yusuf As karena bisa membuat mereka melupakan rasa laparnya.. jika keindahan wajah Nabi Yusuf As bisa membuat wanita mengiris tangannya tanpa disadarinya, maka keindahan wajah Nabi Muhammad bisa membuat orang-orang mengiris hatinya tanpa disadarinya, Allahumma shalli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'alaa aali Sayyidina Muhammad.. itulah keindahan, keindahan itu bisa membius.. semua kesakitan terlupakan.

 

Itulah rahasianya mengapa orang-orang sholeh meninggal sambil tersenyum padahal Rasulullah bersabda betapa sakitnya luar biasa ketika nyawa dicabut saat sakratul maut tapi mengapa orang-orang sholeh tersebut meninggal justru tersenyum? Karena nyawa orang-orang sholeh tersebut dicabut ketika diperlihatkan keindahan yaitu visualisasi estetika visual Syurga yang penuh keindahan sesaat sebelum meninggal sehingga semua kesakitan yang luar biasa tiada tara saat sakratul maut terlupakan oleh keindahan.. keindahan itu bisa membius.

 

Itu baru melihat keindahan makhluk yang diciptakan

Apalagi melihat Keindahan ALLAH Sang Pencipta semua makhluk

Bahkan istri yang cantik dan anak-anak yang manispun terlupakan

Karena saking terpesonanya dengan Keindahan ALLAH

 

"Sesungguhnya ALLAH itu Maha Indah dan mencintai keindahan" (Hadist)


Imam Al Ghazali berkata bahwa sesuatu itu menyangkut untuk apa ia diciptakan: kenikmatan mata adalah dengan melihat yang indah-indah, kenikmatan telinga adalah dengan mendengar suara yang indah-indah, dan kenikmatan hati adalah dengan mencintai ALLAH Yang Maha Indah karena hati diciptakan untuk itu.

 

"Seni terindah adalah mencintai ALLAH Sang Maha Cinta Yang Maha Indah.. Jadikanlah ALLAH Yang Maha Indah sebagai puncak keterpesonaan cintamu, itulah Keindahan yang sesungguhnya.. Yang paling indah bagi orang yang mencari keindahan adalah mencintai ALLAH Yang Maha Indah yang menciptakan segala keindahan, itulah puncak Estetika" (Roni Afriza)

 

*Penulis adalah pakar muda ahli estetika seni desain visual yang aktif mengkaji tentang Estetika Ilahi (Divine Beauty), Infinite Art (Seni Ilahi), Islamic Art (Seni Islami), Estetika Nabi, Estetika Islam, Estetika Ilmu, Estetika Seni, Estetika Desain, Estetika Visual

Nabi Yang Penyayang Penuh Cinta

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam tidak hanya menunjukkan cinta kasih sayang kepada manusia saja bahkan kepada hewan pun Nabi juga menunjukkan cinta kasih sayang.

 

Ketika Nabi shalallahu alaihi wasallam sampai di Araj saat menuju Makkah, Nabi melihat anjing betina sedang menyusui anak-anaknya. Nabi memerintahkan Jamil bin Suraqah untuk berdiri menjaga anjing dan anak-anaknya agar tidak diganggu oleh pasukan (Syekh Sholihi Asy Syami, Subul Al Huda wa Rasyad, 5/212)

 

Kami bersama Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam perjalanan, Nabi berangkat untuk keperluan beliau. Kami menemukan burung kecil dengan dua anaknya. Lalu kami ambil keduanya. Ternyata induk burung mengepak-ngepakkan kedua sayapnya. Kemudian Nabi datang dan bertanya: "Siapa yang memisahkan induk burung ini dengan anaknya? Kembalikan anaknya kepada induknya" (HR Abu Dawud)

 

Nabi melihat sarang semut yang kami bakar. Nabi bertanya: "Siapa yang membakar ini?". Kami menjawab: "Kami". Nabi bersabda: "Tidak boleh menyiksa dengan api, kecuali (ALLAH) yang menciptakan api" (HR Abu Dawud)

 

Nabi kita saja penyayang (penuh cinta) bahkan kepada hewan walaupun seekor anjing, lalu mengapa kita tega menyakiti hewan apalagi manusia.. sebenarnya kepada Nabi yang mana kita mengambil keteladanan?