Puncak Agama Adalah Cinta



(Oleh: Roni Afriza - hanya seorang fakir ilmu yang belajar menjadi pecinta ilmu)

Tiga hal besar dalam kehidupan: kelahiran, cinta, kematian. Engkau sudah lahir, engkau tidak akan ditanya dimana engkau ingin dilahirkan, engkau sudah ada di dunia ini. Kelahiran bukanlah pilihan bagi mu, demikian juga dengan kematian. Suatu saat nanti kematian akan datang secara tiba-tiba bahkan tanpa memberi peringatan apa pun kepada mu, dan datangnya maut tidak bisa diundur sedetik pun. Kematian akan terjadi dan itu adalah kepastian. Kematian terjadi bersama dengan kelahiran, engkau telah mengambil satu langkah ke dalam kuburan. Bersama kehidupan, kematian juga sedang berjalan kepada mu, engkau tidak bisa memilih dimana engkau ingin dilahirkan dan kapan waktunya kematian mendatangi mu. Kelahiran sudah terjadi, kematian akan terjadi, dan engkau tidak dapat melakukan apa pun terhadap kedua nya. Di antara kelahiran dan kematian hanya ada satu hal tersisa yang bisa engkau lakukan, sesuatu yang tergantung pada mu, itu adalah cinta!

Cinta adalah penghubung seseorang dengan Kekasih nya yaitu ALLAH. Di jalan cinta ini tujuan nya hanya satu, yaitu ALLAH Yang Maha Cinta. ALLAH Berfirman: ”Aku cinta supaya dikenal..”, ALLAH menciptakan manusia untuk mengenal Nya dengan segala Keindahan Nya. Tak kenal maka tak cinta.. seseorang juga belajar mengenal dan mengetahui lebih mendalam Kekasih yang dicintai nya, maka nya cinta juga mengandung unsur ilmu pengetahuan. Cinta tidak bisa digambarkan sebelum kenal dan paham karena seseorang tidak akan mencintai yang tidak ia ketahui dan kenali sama sekali, semakin ia mengenal maka rasa cinta akan semakin bertambah dan mendalam.

ALLAH mencintai manusia karena manusia merupakan ciptaan Nya yang paling sempurna dan indah. Jika manusia menyempurnakan potensi keindahan rohani yang ada dalam diri nya, maka ia dicintai Nya karena ALLAH Maha Indah dan mencintai keindahan.. manusia yang mencapai ini akan dilimpahi cinta dan ia berikrar hanya mencintai Yang Satu, La ilaha ill ALLAH.

Seseorang yang mencintai Tuhan Pencipta nya tidak memandang segala sesuatu dengan mata pikiran biasa melainkan dengan mata batin (rohani), memiliki penglihatan yang terang untuk mencapai tujuan nya yaitu Cinta Ilahi (Mahabbatullah). Ia tidak sibuk memikirkan diri nya sendiri namun asyik memandang Kekasih nya, Yang Maha Pengasih Penyayang.. mata batin nya terbuka kepada Yang Satu, ALLAH Yang Maha Cinta. Ia menyibukkan diri dengan hal-hal yang bersifat kerohanian daripada kepentingan diri sendiri: seperti beribadah, berdakwah, bersedekah, beramal sholeh, menyebarkan ilmu, menebar kebaikan, dst. Dan semua keindahan rohani yang diajarkan oleh agama sesungguhnya adalah buah dari keindahan cinta.. cinta lah ajaran tertinggi dari agama. Cinta lah sebagai puncak agama.

Cinta yang sesungguhnya adalah mencintai Sang Pemberi Cinta melebihi segala-galanya, mencintai ALLAH diatas segala-galanya.. inilah cinta yang hakiki. Cinta yang tak berawal dan tak berakhir adalah Cinta ALLAH kepada orang-orang beriman, inilah cinta sejati (true love) yang harus dibalas dengan selalu mencintai Nya sepanjang waktu.

“Orang-orang yang beriman amat sangat cinta nya kepada ALLAH” (AlQur'an 2:165)

Imam Syafi'i pernah ditanya apakah amal yang dapat menjadi perantara yang paling besar untuk mendekatkan seseorang kepada ALLAH, beliau menangis dan berkata amalan hati (batin) yaitu ketika ALLAH melihat kepada hati mu, di hati mu tidak ada keinginan dunia atau pun keinginan akhirat kecuali ALLAH. Syekh Abdul Qadir Al Jailani berkata celaka lah kalian, kalian mengaku cinta kepada ALLAH tetapi kalian membuka hati kalian untuk yang lain. Imam Al Ghazali berkata sesuatu itu menyangkut untuk apa ia diciptakan: kenikmatan mata adalah dengan melihat yang indah-indah, kenikmatan telinga adalah dengan mendengar suara yang indah-indah, kenikmatan hati adalah dengan mengenal dan mencintai ALLAH (Yang Maha Indah) karena hati diciptakan untuk itu. Jalaluddin Rumi berkata mencintai adalah untuk mencapai Tuhan (to love is to reach God).. yakin lah, di jalan cinta itu Tuhan akan selalu bersama mu. Rabiah Al Adawiyah berkata aku tidak menyembah ALLAH karena takut neraka atau berharap syurga, aku tidak seperti buruh yang jahat (jika dibayar bahagia, jika tidak dibayar bersedih), aku menyembah ALLAH semata-mata karena cinta dan rindu kepada Nya.

Manakah yang lebih utama, rindu atau kah cinta? Jawaban nya adalah cinta, karena rindu terlahir dari cinta. Seperti ungkapan kerinduan Rabiah Al Adawiyah karena cinta nya kepada ALLAH: “Tuhan ku, tenggelamkan aku dalam lautan cinta Mu.. Dan di akhirat nanti, di antara segala kesenangan adalah untuk berjumpa dengan Mu.. Melabuhkan rindu.. Kepada siapa lagi aku mengadu? Karena cinta ku pada Mu sepenuh qalbu”